Jumat, 27 Agustus 2010

tentang sahabat

In qolla maali falaa khillun yushohibuni Wa in zaada maali Fakullunnaasi khullaani.

Bila hartaku sedikit maka tidak seorangpun yang datang berteman. Namun bila hartaku banyak Maka semua orang mengaku sahabatku.

Demikian sepenggal kalimat bijak yang pernah dihafal saat mondok yang hingga kini masih tersimpan di memori saya. Kalimat singkat yang menyinggung apakah niat, tujuan dan motivasi persahabatan yang kita jalin dengan seseorang karena harta ataukah karena Allah. Persahabatan karena harta akan sirna bila sang sahabat tak lagi memiliki harta tapi bila Allah sebagai tujuan maka sungguh itulah persahabatan yang abadi. Itulah persahabatan yang sejati, persahabatan bebas roaming yang membuat Allah senang dan ridho.

Gaya hidup konsumtif, hedonisme dan BTAK (Biar Tekor Asal Kesohor) sudah menjadi sindrom dan virus yang membuat manusia harus menjadikan orang-orang kaya dan punya kekuasaan sebagai pilihan nomor satu untuk menjadi teman bergaul dan bersahabat. Dan sebaliknya, kebanyakan orang akan memilih menjauhi orang-orang miskin dan orang-orang susah. Gaya hidup demikian jelas salah. Tidak boleh kita memilih-milih dalam bergaul apalagi sampai membedakan orang berdasarkan status sosial dan ekonomi. Bergaul dengan kalangan atas boleh-boleh saja, tapi kalau menutup diri untuk orang-orang yang di bawah kita, ini yang tidak boleh karena akan menjadikan hati kita kasar, keras, sombong, bisa kehilangan kasih sayang, terlebih jauh lagi bisa-bisa kita akan jauh dari rasa syukur dan qona\'ah yang ada adalah perasaan selalu kurang sebab hanya melihat mereka yang selalu diselimuti kesenangan akan gemerlapnya dunia.


Suatu hari Rasul bersabda, "Banyak-banyaklah kalian berkenalan dengan orang-orang fakir serta miskin. Berbudi baiklah terhadap mereka sebab kelak mereka akan mendapatkan kekuasaan,"

para sahabat bertanya,"Kekuasaan apa, wahai nabi?"
"Bila kiamat tiba," lanjut Nabi, "akan dikatakan pada mereka, perhatikan siapa yang dahulu pernah memberimu makanan meski sesuap, minuman meski seteguk, dan pakaian meski selembar. Maka peganglah tangannya, tuntunlah ke surga."

Jadi mulai saat ini, jangan memandang bahwa memperhatikan orang miskin tidak ada gunanya. Jangan lagi menganggap bahwa membantu mereka membuat status sosial kita jatuh, tangan kita kotor dan ketularan susah. Buktinya ada saatnya mereka mendapatkan kekuasaan dari Allah, ada kekuatan yang dimiliki orang-­orang miskin dan lemah, yaitu di hari tidak ada kekuasaan selain kekuasaan Allah, di hari orang tidak mengenal saudara dan sahabatnya tapi mereka berhak menuntun sahabatnya di dunia ke surga, menolong sahabatnya ketika tidak ada lagi yang bisa menolong selain amal sholeh, sementara kita tahu bahwa amal kita sangatlah tidak bisa menjadi sahabat yang menolong lantaran sedikinya amal atau bahkan beramal tapi bercampur riya dan bukan karena Allah.

Coba kita perhatikan nasehat Lukman tokoh legendaris yang namanya terukir indah dalam AlQur\' an­ kepada anaknya tentang beberapa hal yang bila dilakukan maka akan mendapatkan hikmah dalam kehidupan, diantaranya:
Hendaknya kau menghidupkan hati yang telah mati
Gemar bergaul dengan orang miskin
Menghormati orang yang rendah
Menyantuni orang-orang yang dalam perantauan
Membantu orang-orang fakir
Pergauli orang miskin, beri dia sebagian kebahagiaan yang kita nikmati, Bersahabatlah dengan orang susah, buat dia tersenyum. Sejatinya bukan mereka yang memerlukan kita, tapi kita yang memerlukan mereka untuk menyelamatkan diri kita yang selalu berlebih­-lebihan.

"Hingga apabila Kami timpakan azab terhadap orang-orang yang hidup berlebih-lebihan di antara mereka, tiba-tiba mereka memekik minta pertolongan pada hari ini, sesungguhnya kamu tidak akan mendapatkan pertolongan dari Kami. " (QS, Al Mu`minuun [23]: 64-65)

Selamat merubah diri menjadi pribadi-pribadi yang di cintai Allah dan rasul-Nya dengan mencintai dan menjadi sahabat kaum dhu`afa, masaakin dan anak_anak yatim.

Aku bahagia mencintainya

mungkin hanya itu kata yg bisa mewakili
perasaanku ….
walau sejujurnya kata bahagia itu hanya
sebuah omong kosong …..
aku tahu aku bukan dia yg sempurna….
tapi….
aku masih punya perasaan…
saat org yg aku kagumi melupakan aku
begitu saja tanpa tahu isi hatiku ….
sekian lama aku mengenalnya….
sekian lama itu pula ia membuatku
mengaguminya …
tapi aku tetap BAHAGIA walau aku
hanya bisa memendam cinta ini ….
sekalipun saat ini aku masih sendiri…..
aku akan tetap mencoba bahagia
dengan caraku ….
andai kamu tahu isi hatiku….
mungkin akan ada setitik kebahagiaan
untukku ….
kesendirian ini semakin membuatku
mengagumi dia …
kesepian ini semakin membuatku rindu
akan senyumnya …

Senin, 16 Agustus 2010

ciri-ciri sahabat yang baik

Apakah ciri-ciri seorang sahabat
yang baik? Seorang bijak pandai
berpesan kepada anak lelakinya:
“ Wahai anakku, sekiranya engkau
berasa perlu untuk bersahabat
dengan seseorang, maka hendaklah
engkau memilih orang yang sifatnya
seperti berikut:
• Jika engkau berbakti kepadanya,
dia akan melindungi kamu;
• Jika engkau rapatkan persahabatan
dengannya, dia akan membalas
balik persahabatan kamu;
• Jika engkau memerlu pertolongan
daripadanya, dia akan membantu
kamu;
• Jika engkau menghulurkan sesuatu
kebaikan kepadanya, dia akan
menerimanya dengan baik;
• Jika dia mendapat sesuatu
kebajikan (bantuan) daripada kamu,
dia akan menghargai atau menyebut
kebaikan kamu;
• Jika dia melihat sesuatu yang tidak
baik daripada kamu, dia akan
menutupnya;
• Jika engkau meminta bantuan
daripadanya, dia akan
mengusahakannya;
• Jika engkau berdiam diri (kerana
malu hendak meminta), dia akan
menayakan kesusahan kamu;
• Jika datang sesuatu bencana
menimpa dirimu, dia akan
meringankan kesusahan kamu;
• Jika engkau berkata kepadanya,
nescaya dia akan membenarkan
kamu;
• Jika engkau merancangkan
sesuatu, nescaya dia akan
membantu kamu;
• Jika kamu berdua berselisih faham,
nescaya dia lebih senang mengalah
untuk menjaga kepentingan
persahabatan.
• Dia membantumu menunaikan
tanggungjawab serta melarang
melakukan perkara buruk dan
maksiat
• Dia mendorongmu mencapai
kejayaan didunia dan akhirat.

makna sebuah persahabatan

Pada setiap kehidupan seseorang,
pasti akan membutuhkan teman
yang bisa berbagi disaat susah
maupun senang. Sahabat memang
memiliki peran yang bisa membuat
hidup menjadi lebih berwarna.
Tetapi kehadiran sahabat bukanlah
untuk menggantikan posisi
pasangan atau kekasih anda.
Saat anda memiliki teman yang baik,
bukan hadiah atau bingkisan atau
kado yang mereka inginkan. Tetapi
perhatian dan kesabaran yang
mereka butuhkan. Terkadang
sahabat juga butuh didengarkan,
baik itu senang maupun dalam
duka. Jadi apabila anda memiliki
sahabat, maka persiapkan waktu
dan kesabaran yang cukup untuk
mendengarkan segala masalah serta
keluh kesah yang mereka rasakan.
Sahabat akan membantu
memecahkan permasalahan yang
sedang anda hadapi. Atau mungkin
hanya sekedar membicarakan
masalah pekerjaan atau kehidupan
yang terjadi di sekitar anda. Begitu
pula dengan sang sahabat, mereka
juga ingin anda melakukan hal yang
sama. Membagi cerita-cerita yang
lucu juga bisa membuat kedekatan
anda dengan sang sahabat.
Variasi ataupun warna-warni
kehidupan bisa diberikan oleh
sahabat kepada anda. Menghabiskan
waktu bersama sahabat akan
merelaksasikan kepenatan anda
setelah melakukan aktivitas kantor
yang padat setiap hari. Mungkin
anda bisa makan malam bersama,
window shopping akan
menciptakan kedekatan yang lebih
menyenangkan.
Berikanlah sedikit kejutan dan
perhatian kepada sahabat agar lebih
dekat. Meskipun anda berada jauh
dari sahabat, bukan berarti anda
melupakannya kan? Anda tetap bisa
berkomunikasi lewat internet, telpon
ataupun sms. Tapi sebaiknya anda
jangan sampai lupakan sang kekasih
karena bisa-bisa dia cemburu lagi.

Kamis, 12 Agustus 2010

segera

SEGERA SETELAH ENGKAU MENGUMUMKAN bahwa engkau akan menjadi pribadi yang sabar, akan dikirimkan kepadamu orang atau keadaan yang mengharuskanmu bersabar.  SEGERA SETELAH ENGKAU BERDOA MEMINTA UANG, akan dikirimkan kepadamu orang atau keadaan yang mengharuskanmu bekerja agar engkau dibayar.  Jika engkau sudah mengerti ini, ...apakah masih akan kau liarkan kemarahanmu, atau kau mewahkan rasa malasmu?